atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

Balai Monitoring Kewalahan Musnahkan Penguat Sinyal

By Atjehcyber.net on 10/22/2013 | 02.06


Jakarta - Walaupun merugikan, pemerintah melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Dan Orbit Satelit (BALMON), masih kewalahan memberantas penggunaan penguat sinyal seluler (repeater) ilegal.

"Terus terang kami sangat kesulitan, hampir setiap hari ada laporan gangguan sinyal karena repearter ilegal," ungkap Hari Prasetyo, Kepala Balmon Jakarta, Senin (20/10).

Ia mencatat, dalam satu hari ada puluhan laporan di tiap titik gangguan sinyal. Sedangkan BALMON hanya sanggup menindak satu hingga dua titik lokasi saja tiap harinya.

Dilansir Inilah.com - Hari menjelaskan, keterbatasan ini karena sumber daya yang minim. Pihaknya hanya punya 6 orang staff monitoring dari total 15 orang karyawan Balmon.


"Belum lagi masalah macet di Jakarta, jadi untuk menindak satu lokasi butuh waktu seharian," keluhnya.

Menurutnya, tren pemakaian repeater ilegal tiap waktu terus meningkat dan mengancam gangguan komunikasi.

Ginandjar Alibasja, Acting Chief Technology Officer (CTO) Indosat membenarkan, repeater sangat merugikan operator. Namun, gangguan ini pada akhirnya bisa meluas merugikan masyarakat.

"Banyak blankspot di berbagai area, karena fungsi BTS tidak optimal akibat repeater ini," ungkapnya.

Padahal, mengacu UU Telekomunikasi, hanya operator yang memiliki izin yang diperbolehkan menggunakan perangkat pemancar yang beroperasi pada pita frekuensi milik sendiri.

"Jadi tidak bisa sembarang orang memakai," lanjut Ginandjar..

Repeater ini berbentuk sebuah decoder, memiliki pemancar dan dipasang di berbagai sudut ruang. Repeater bisa dengan mudah dibeli masyarakat melalui beberapa kanal importir elekronik.

"Repeater itu bisa menurunkan kualitas layanan seluler," tegas Nonot Harsono, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI).

Di sisi lain, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pernah menemukan 42 titik lokasi pelanggaran yang tersebar di Jakarta, Tangerang dan Bogor, Medan, Batam, Banten, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali. (*/inilah)


KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox