atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home / /

NASA juga Kecipratan “Shutdown” Amerika

By Atjehcyber.net on 10/02/2013 | 22.30


Kebijakan penutupan (shutdown) pemerintahan Amerika Serikat berimbas langsung terhadap layanan sejumlah lembaga riset di negara itu.

Hampir 800 ribu pegawai pemerintah dirumahkan, tanpa menerima gaji. Semua sektor yang dianggap tidak esensial -- misalnya militer, polisi, dan keamanan lalu lintas udara -- diberhentikan, termasuk kerja Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Hal ini terlihat dari ditutupnya laman resmi tiga lembaga riset selain NASA yang cukup terkenal, yaitu USGS, dan NOAA.

Lembaga antariksa dan penerbangan (NASA), misalnya, memasang tulisan "Due to the lapse in federal government funding, this website is not available. We sincerely regret this inconvenience. For information about available government services, visit USA.gov." pada laman resminya.

usgovt_shutdownbanner

Hal serupa juga dijumpai ketika melongok laman resmi badan survei geologi (USGS) dan lembaga kelautan dan atmosfer nasional (NOAA). USGS adalah lembaga riset bidang geologi yang data gempa bumi dan gunung apinya kerap diacu lembaga riset di seluruh dunia. Adapun NOAA menyediakan data tentang kondisi cuaca, iklim, dan kondisi laut.

Namun, meski membuat Twitter sistem peringatan asteroid NASA @AsteroidWatch offline, 'shutdown' tak akan menghentikan kerja para ilmuwan di Catalina Sky Survey, Arizona, mengawasi batu angkasa yang berpotensi mengancam Bumi.

nasa_shutdown_twitter

Sementara, di sisi lain sebagian besar pegawai NASA kini dirumahkan. Hanya 550 orang yang dipertahankan. NASA juga telah menghentikan hampir semua operasinya, kecuali yang berkaitan dengan keselamatan manusia -- para astronot di luar angkasa dan aset peralatan berharga.

"Hampir seluruh kerja NASA dihentikan. Namun Kontrol Misi tetap dibuka untuk mendukung para astronot yang bertugas di stasiun luar angkasa internasional," kata Presiden Barack Obama di Gedung Putih.

Saat ini ada dua astronot NASA yang berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Karen Nyberg dan Mike Hopkins.

NASA juga akan tetap mengelola sejumlah satelit dan pesawat luar angkasa yang kini berada di angkasa luar -- memastikan data dan foto aman selama masa 'shutdown'. Namun yang belum diluncurkan ditunda.

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox