atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home / /

Hacker Australia dinilai Lebih Profesional dan Berbahaya

By Atjehcyber.net on 11/21/2013 | 14.37


Serangan peretas Australia terhadap situs Indonesia, seperti milik Angkasa Pura dan Garuda Indonesia, dinilai lebih berat daripada serangan peretas Indonesia terhadap situs Australia. Para peretas dari Negeri Kanguru ini dinilai lebih profesional.

“Hacker Australia lebih tertata,” kata Ruby Alamsyah, ahli digital forensik, saat dihubungi lewat telepon oleh Tempo. Mereka dinilai mampu melumpuhkan situs-situs penting, misalnya situs pemerintahan.

Sementara itu, menurut Ruby, meski sama-sama dilakukan secara berkelompok, peretas Indonesia belum terlalu profesional. Mereka melakukan serangan lebih acak dan tidak terfokus. Hal ini tidak akan berdampak besar bagi Australia.

Ditambah lagi, situs Australia memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi. Kemampuan meretas mereka juga tidak lagi sekadar dengan metode distributed denial of service (DDOS). DDOS merupakan serangan ke server dengan mengirim "paket" secara bersamaan sehingga server tak bisa menampungnya dan akhirnya rontok.

Serangan seperti yang dilancarkan Anon-Aus juga dianggap cukup berbahaya oleh salah seorang mantan hacker dengan alias biadabs. Dirinya menyatakan Anonymous Australia lebih hebat dari hacker Indonesia.

"Anonymous Australia lebih berbahaya karena mampu menyusup ke sistem, mencuri DB (database) bahkan ada kemungkinan dapat menghapus semua data, sedangkan hacker Indonesia hanya main DDoS dan deface," sebutnya (15/11), dikutip merdeka.

Memang, hacker Indonesia sendiri selama ini melancarkan serangannya ke situs Australia dengan dua cara. Cara pertama adalah dengan mengganti antarmukanya, dan cara kedua dengan membanjiri servernya.

"Cara kerja DDoS hanya memenuhi server sehingga membuat server down kelebihan muatan, ketika serangan DDoS nya berakhir, tidak ada sistem yang rusak dan website dapat berjalan normal lagi atau deface hanya mengganti tampilan saja. Sekarang dua situs pusat aussie sudah bisa beroperasi lagi," tambah biadabs.

Beda halnya dengan Indonesia, Australia dinilai lebih mampu meretas sistem situs Indonesia. Ada kemungkinan mereka bisa mencuri database, menghapus data, atau bahkan menggantinya. 

Sementara, hacker Australia dalam Anonymous Australia mengaku telah berhasil masuk database sistem Angkasa Pura dan mencuri beberapa data kartu kredit Indonesia. Hal ini tentu berbahaya karena menyangkut harkat hidup orang banyak. (*/tempo/merdeka)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox