atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

Ini 7 Kategori Hacker

By Atjehcyber.net on 11/27/2013 | 23.51


Dalam dunia komputer dan internet, peretas bukan nama asing lagi. Pekerjaannya adalah meretas data, informasi, atau sistem keamanan hingga mengendalikannya.

Dalam tingkatannya, ternyata peretas dibagi menjadi beberapa golongan atau kategori. Semua kategori tersebut didasarkan pada kemampuan, keahlian dan pengalamannya.

Berikut tujuh kategori peretasyang dikenal dalam dunia peretasan:

1. Script Kiddies

Kategori ini adalah peretas pemula atau newbie yang melakukan peretasan website atau sistem lain dengan menggunakan program yang sudah dibuat para peretas terdahulu dan berpengalaman.

Script Kiddies hanya menggunakan sejumlah program itu tanpa harus mencoba membuat program baru. Mayoritas mereka hanya mengerti konsep dasar peretasan saja.

Kebanyakan para Script Kiddies melakukan aksinya dengan dasar iseng, atau coba-coba, namun tidak melakukannya untuk alasan tertentu.

Bisa dibilang tingkatan ini hanyalah sebagai pencarian jati diri di dunia peretasan.

2. Hacking Group

Hacking Group ini adalah kumpulan para Script Kiddies yang bersatu untuk tujuan tertentu. Mereka akan merasa kuat apabila power, pengalaman, dan kemampuan yang mereka miliki digabungkan dalam satu kelompok.

Mayoritas orang dalam Hacking Group ini beraksi dengan tujuan tertentu yang tentunya selain untuk mencari popularitas, mereka juga mencari keuntungan.

Hacking Group ini masih digolongkan dalam beberapa kategori seperti Defacer, Cracker, dan Carder.

a. Defacer adalah kelompok yang suka mengubah tampilan website dengan tujuan menunjukkan eksistensi kelompok dan untuk menyuarakan aspirasi.

b. Cracker adalah kelompok yang tidak fokus pada penyerangan suatu website. Kelompok ini hanya bertujuan mencari celah kelemahan suatu software berbayar agar dapat digunakan secara bebas dan gratis.

c. Carder adalah kelompok yang fokus pada peretasan toko-toko online atau bank. Dengan meretas toko online atau bank, mereka akan mendapatkan informasi kartu kredit pelanggan tempat tersebut agar dapat digunakan untuk berbelanja barang lain yang mereka butuhkan.

3. Hacktivist

Hacktivist adalah sekumpulan orang yang mempunyai visi dan misi sama. Mereka rata-rata mempunyai keahlian, kemampuan dan pengalaman tinggi.

Kelompok ini menggelar aksi dengan tujuan politis dan sosial. Salah satu contoh hacktivist terkenal saat ini adalah Anonymous yang juga mempunyai ‘cabang’ hampir di setiap negara di dunia.

4. Black Hat Professionals

Black Hat Professionals adalah kelompok yang mahir dalam hal coding. Kelompok ini tidak dapat dimusnahkan atau juga ditemui secara mudah. Mereka akan terus tumbuh dan berkembang.

Para anggota Black Hat Professionals ini biasanya merupakan musuh pemerintah dan pebisnis.

5. Organized Criminal Gangs

Bisa dibilang bahwa ini adalah kelompok berbahaya karena mereka berada di bawah geng atau komplotan pelaku kriminal.

Mereka yang tergabung dalam kategori ini merupakan orang-orang pilihan yang mempunyai keahlian di atas rata-rata.

Mereka beraksi secara halus sehingga pihak kepolisian pun akan susah mendeteksi atau juga menangkapnya.

6. Nation State

Kategori ini adalah orang-orang yang tergabung dalam kelompok yang bisa dibilang lebih terorganisasi dan terselubung.

Dalam aksinya mereka mengincar infrastruktur penting seperti milik pemerintah, publik, finansial, dan militer.

Salah satu contohnya adalah munculnya virus Flame yang sempat membuat heboh pemerintah Iran di pertengahan 2012.

7. The Automated Tool

Orang-orang yang masuk dalam kategori ini adalah para pembuat virus berbahaya yang dapat menginfeksi website atau juga program untuk perangkat elektronik tertentu (PC dan perangkat mobile).

Kelompok ini juga dibagi atas kategori dengan dasar tingkat pengalaman dan kemampuan.

Menurut Bankofsecurity.com, untuk menangkal serangan dari ketujuh kategori peretas ini diharapkan untuk mengerti karakteristik para penyerang terlebih dahulu sebelum membuat penangkalan atau juga pertahanan.

Namun mendeteksi karakteristik dari cybercriminal tidaklah semudah membalik telapak tangan. Dibutuhkan kemampuan dan pengetahuan lebih untuk dapat melakukannya.

Semoga bermanfaat. (*/inilah)


KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox