atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

Militer AS Ujicoba Senjata Superakurat

By Atjehcyber.net on 1/19/2014 | 08.00


Austin, Texas – Militer AS melakukan uji coba sejumlah senjata pintar yang diproduksi sebuah perusahaan baru TrackingPoint Inc.

Mengutip situs Military.com, televisi Fox News melaporkan Kamis (16/1/2014), angkatan bersenjata AS telah membeli enam pucuk senjata yang harganya $ 27 ribu (sekitar Rp 300 juta) per buah.

‘’Senjata yang memiliki presisi sangat tinggi itu dibeli beberapa bulan lalu untuk dievaluasi,’’ ujar Oren Schauble pejabat pemasaran TrackingPoint Inc kepada Miltary.com Selasa (13/1/2014). Oren Schauble saat itu tampil dalam pagelaran senjata tahunan terbesar SHOT show yang dihadiri sekitar 60 ribu orang.

Tiga puluh badan militer dan penegak hukum AS dikabarkan minta TrackingPoint Inc menggelar demonstrasi senjata berteknologi tinggi. Hanya dengan instruksi beberapa menit, koresponden Military.com mampu menembak sasaran sejauh 900 meter lebih sekali tembak.


Sedangkan dari 70 reporter yang mencoba bedil pintar di Lapangan Tembak Boulder City, Nevada, Senin (13/1/2014) hanya 2 orang yang gagal. Keakuratan senjata ini setinggi 70 persen dibanding penembak jitu yang memiliki keakuratan 20-30 persen.

Berbeda dengan senjata tradisional, proses bedil pintar ini cukup sederhana. Penembak hanya mengintip di teropong elektronik, dan menekan titik merah pada sasaran. Seperti kita menentukan tag di wajah seseorang di Facebook. Garis silang sasaran akan muncul dan bergerak di teropong, sambil jari penembak menarik pelatuk. Saat sasaran berada di tengah, pelatuk dilepas dan peluru mengenai sasaran.

Sampai kini TrackingPoint telah menjual 500 pucuk senjata, kebanyakan pada para pemburu safari kaya raya atau pemburu berusia uzur. Harganya berkisar $ 10 ribu untuk teropongnya, plus $ 27 ribu untuk bedilnya yang mampu menembak sasaran sejauh 1000 meter lebih.

Dalam teropong yang disematkan di atas senapan dilengkapi dengan kompas, mikrofon, Wi-Fi, baterai, mesin kalkulasi, sinar laser pembidik, dan filter untuk mengatur gelap terang cahaya yang ada. Teknologi pembidik target ini dinamakan Tag Track Xact (TTX). Selain itu, apa yang dilihat dari teropong si penembak juga bisa ditampilkan di layar smartphone melalui koneksi Wi-Fi.

Seperti kutu buku, ‘’Kami adalah kutu senjata. Penggemar game dan kami adalah para insinyur jagoan,’’ kata Oren Schauble. ‘’Bisa dibayangkannggak bagaimana nasib kami dalam 3 atau 5 tahun ke depan,’’ sambung Oren Schauble bangga. (*inilah)


KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox