atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home / /

MH-370 Jatuh Karena Terbang Terlalu Tinggi?

By Atjehcyber.net on 3/26/2014 | 07.30


Secara resmi memang Perdana Menteri Malaysia Najib Razak pada hari Selasa (25/03) menyatakan bahwa pesawat Malaysia Airlines yang dinyatakan raib misterius ternyata telah jatuh di Samudra Hindia dan tidak ada seorang pun yang selamat.

Tidak sedikit dari keluarga korban yang sebelumnya cemas menantikan kabar di mana dan bagaimana nasib keluarganya yang ikut dalam penerbangan tersebut.

Walaupun sudah ada perilisan informasi resmi bahwa MH370 tersebut telah jatuh ke Samudra Hindia, namun ada banyak hal yang masih menyelimuti dan patut dicari kebenarannya, salah satunya adalah spekulasi tentang pilot yang menerbangkan pesawat di atas ketinggian 43 ribu kaki dari permukaan laut.

Dikutip dari Daily Mail (24/03), apabila benar pilot menerbangkan pesawat di ketinggian tersebut, maka oksigen yang dibutuhkan para penumpang atau juga manusia pada umumnya sangat tipis.

Dikarenakan menipisnya oksigen, tentu saja kesadaran juga akan hilang dan pesawat lepas kendali kemudian jatuh.

Merujuk dari benar tidaknya sang pilot membawa pesawat di ketinggian itu, ada satu pertanyaan yaitu berapa ketinggian maksimal bagi manusia untuk dapat tetap menghirup oksigen dengan bebas?

Mengutip penjelasan dari USA Today (02/02), batas maksimum rata-rata sebuah pesawat terbang komersial adalah 45 ribu kaki. Apabila mendekati atau juga sampai melebihi batas tersebut, maka dari sisi mesin, pesawat akan kehilangan keseimbangan untuk menjaga kestabilan mesin sebagai pendorong pergerakannya.

Dari segi manusianya, apabila pesawat mendekati atau melebihi ketinggian 45 ribu kaki, maka yang akan dirasakan adalah rasa pusing dan sakit kepala kemudian akan kehilangan kesadaran bahkan meninggal.

Keadaan kekurangan oksigen karena ketinggian maksimum secara medis disebut dengan istilah altitude sickness. Secara umum, manusia akan membutuhkan oksigen tambahan apabila berada minimal di atas ketinggian 8 ribu kaki.

Ketika berada di ketinggian tersebut, terjadi tekanan dalam darah dan mengalami apa yang disebut dengan edema.

Jadi, apabila perkiraan para peneliti tentang spekulasi bahwa pilot Malaysia Airlines membawa pesawatnya terlalu tinggi benar, maka kemungkinan MH370 itu jatuh karena faktor kurangnya oksigen dan membuat pilot pingsan dapat dipertimbangkan.

Akan tetapi, tentunya semua perusahaan pembuat pesawat pastinya akan melengkapi produk pesawat terbang mereka dengan masker oksigen. Jadi dalam hal ini perkiraan pilot dan semua orang di dalam pesawat kehilangan kesadaran karena menipisnya oksigen juga patut dianalisis ulang karena pesawat terbang itu pastinya juga dilengkapi masker oksigen. (*/mdk)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox