atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

WhatsApp: Nilai-nilai Fundamental dan Keyakinan Kami Tidak Akan Berubah

By Atjehcyber.net on 3/20/2014 | 16.30


CALIFORNIA - Salah satu pendiri WhatsApp, Jan Koum, menegaskan bahwa akuisisi WhatsApp oleh Facebook tidak akan mengorbankan komunikasi pribadi pengguna. Pernyataannya ini sekaligus meluruskan kesimpangsiuran informasi mengenai akuisisi tersebut, yang dinilai Koum tidak akurat.

Koum yang dibesarkan di Uni Soviet selama tahun 1980-an, menjelaskan dalam blog mengenai seberapa besar ia menghargai prinsip komunikasi pribadi. Salah satu kenangan yang paling diingatnya adalah ketika ibunya tidak membicarakan hal-hal penting di telefon, melainkan secara langsung.

"Faktanya bahwa kami tidak bisa berbicara secara bebas tanpa takut komunikasi kami akan dipantau oleh KGB (badan intelijen Uni Soviet saat itu). Ini salah satu alasan kami pindah ke Amerika Serikat ketika saya masih remaja," jelas Koum, seperti dilansir Telegraph, Rabu (19/3/2014).

Ia mengatakan bahwa WhatsApp dibuat dengan tujuan hanya mengetahui sedikit mungkin informasi pengguna, tanpa tanggal lahir, alamat email, nama, lokasi kerja, sejarah pencarian, dan lokasi GPS.

"Tidak ada satu pun data yang dikumpulkan dan disimpan oleh WhatsApp, dan kami tidak berencana mengubahnya. Jika bermitra dengan Facebook berarti kami harus mengubah nilai-nilai kami, maka kami tidak akan melakukannya," ungkapnya.

Alih-alih membagi data-data pengguna, kata Koum, WhatsApp dan Facebook membentuk kerjasama yang akan memungkinkan aplikasi pesan itu tetap beroperasi secara independen dan mandiri. "Nilai-nilai fundamental dan keyakinan kami tidak akan berubah," sambungnya.

Akuisisi WhatsApp ini memang mengundang pro dan kontra. Pendukung privasi pada awal bulan ini meminta regulator AS untuk menangguhkan kesepakatan kedua perusahaan, sampai ada indikasi yang jelas bagaimana Facebook menggunakan informasi pribadi 450 juta pengguna WhatsApp.

The Electronic Privacy Information Center dan Center for Digital Democracy menyampaikan keluhan kepada Federal Trade Commission, meminta regulator menyelidiki kesepakatan, khususnya berkaitan dengan kemampuan Facebook mengakses metadata dan nomor ponsel pengguna WhatsApp. (*/okz)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox