atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

Rahasia Umur Panjang Ditemukan di Darah Wanita 115 Tahun

By Atjehcyber.net on 4/28/2014 | 13.30


Lahir pada tahun 1890 Hendrikje van Andel-Schipper wafat di 2005 lalu. Sebelum ia meninggal di usia 115, ia mendedikasikan tubuhnya untuk ilmu pengetahuan. Yang menarik, sampai menjelang kematiannya, ia tetap berada dalam kondisi sehat dan mampu melakukan berbagai aktivitas, termasuk berdiskusi. Bagaimana bisa?

Demi mencari tahu rahasia umur panjang, para ilmuwan menganalisa darah dan jaringan tubuh lain dari Andel-Schipper dan menemukan beberapa hal menarik.

Pertama, diketahui bahwa sekitar dua pertiga sel darah putihnya terbuat dari hanya dua stem cell atau sel dasar. Stem cell membuat sel darah putih yang bertanggungjawab untuk mengatasi infeksi dan juga memiliki fungsi-fungsi lain. Umumnya, sekitar 1.000 stem cell secara aktif memproduksi sel darah tersebut.

Temuan ini berarti bahwa secara bertahap, stem cell telah mati seiring dengan berjalannya waktu, dan ternyata memang hidup manusia ada batasnya.

Tetapi, temuan ini juga membuka peluang untuk menyimpan stem cell saat kita masih muda, menjaganya agar tetap hidup di luar tubuh kita, dan kemudian memasukkannya kembali ke tubuh untuk memperpanjang umur.

Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Genome Research, ilmuwan menemukan pula sejumlah mutasi pada sel darah putih Andel-Schipper, namun tak satupun yang berbahaya.

Artinya, ia kemungkinan memiliki sistem perbaikan atau pengeliminasi sel yang bermutasi secara berbahaya. Meski demikian, belum diketahui apa dan bagaimana sistem pertahanan tubuh tersebut bekerja.

"Saat terjadi mutasi, ada peluang untuk pemilihan dan mutasi somatik yang menjurus ke kanker," kata Chris Tyler-Smith, peneliti dari Wellcome Trust Sanger Institute. "Kini kita bisa melihat jajaran mutasi somatik pada jaringan normal yang tak berkanker seperti darah, sehingga kita bisa mulai memikirkan konsekuensi kesehatannya," ucapnya.

Ke depan, peneliti berharap bisa mengetahui bagaimana wanita ini bisa menghindar dari Alzheimer, dengan membandingkan genome miliknya dengan orang-orang yang menderita penyakit itu. (*/ng-id)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox