atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

Anak Kecil Tikam Ibunya Gara-gara Mitos Seram di Internet

By Atjehcyber.net on 6/14/2014 | 08.00


Slender Man adalah mitos 'seram' yang kini tengah hangat diperbincangkan di internet. Akibat mitos tersebut, telah terjadi 2 kali percobaan pembunuhan setelah pelakunya tak sengaja terjebak rayuan si 'hantu' itu.

Dikutip dari The Verge (9/6), kemarin telah terjadi aksi penusukan oleh seorang anak perempuan berumur 13 tahun. Ironisnya, yang menjadi korban adalah sang ibu sendiri.

Anehnya, si anak seperti mengalami amnesia setelah melakukan aksi brutal tersebut. Menurut sang ibu, anaknya mengenakan sebuah topeng putih layaknya tokoh Slender Man sembari menunggunya di dapur sebelum akhirnya menyerangnya menggunakan sebilah pisau.

Akibat aksi ini, sang ibu mengalami luka parah di leher dan punggungnya, dan si anak terpaksa harus dititipkan di pusat penahanan anak setempat. Si ibu juga menyatakan jika anaknya seperti sedang kerasukan saat semua itu terjadi.

Kasus tersebut dianggap berhubungan dengan mitos seram di internet yang berkaitan dengan Slender Man atau "si manusia jangkung" yang dikenal memakai topeng putih, berjas, dan berwajah rata. Tokoh fiksi tersebut adalah karakter rekaan yang dibuat di forum "Something Awful" pada tahun 2009 kemarin. Slender Man lantas menyebar dengan cepat di internet lewat meme, video YouTube, hingga video game.

Minggu lalu pun terjadi hal yang sama ketika seorang anak perempuan tega menusuk temannya hingga 19 kali lalu meninggalkannya di hutan. Dia mengaku jika melakukan hal tersebut agar bisa diundang ke istana Slender Man.

Alhasil, karakter horror yang populer di situs cerita seram "creepypasta" tersebut kini menjadi perhatian pihak berwenang. Polisi kini kabarnya mulai mengawasi persebaran email berantai Slender Man yang ditengarai bisa memicu aksi kekerasan lainnya.

Sebaliknya, ternyata menurut psikolog, Peter Langman, bukan mitos internet tersebut yang menyebabkan aksi-aksi brutal anak-anak tersebut, melainkan anak itu sendiri. Langman mengungkapkan jika kejadian itu bisa terjadi karena si anak sendiri mengalami depresi atau 'sakit' mental yang parah, sehingga mudah terpicu dengan mitos-mitos internet seperti Slender Man. (*/mdk)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox