atjehcyber menubar

atjehcyber tickhead

atjehcyber thumbkanan

atjehcyber stick

#TAGatjehcyber Home /

Ternyata Planet Layak Huni itu Bukanlah Planet

By Atjehcyber.net on 7/12/2014 | 01.00


Apakah ilmuwan selalu benar? Dan penelitian selalu menghasilkan sesuatu yang pasti? Tidak juga! Sebuah penelitian termasuk yang membuahkan penemuan tentu harus memenuhi kaidah penelitian dan pengujian. Tapi selalu saja ada pengujian kembali. Itulah yang terjadi dengan nasib dua eksoplanet yang ditemukan oleh para astronom.

Adalah planet dari bintang katai merah Gliese 581 di rasi Libra yang jadi pengujian kembali. Gliese 581, bintang katai merah yang massanya sepertiga massa Matahari merupakan bintang yang menyajikan keberadaan planet Bumi Super pertama di batas dalam zona laik huni sang bintang. Penemuan Gliese 581 c kemudian diikuti dengan penemuan planet lainnya di sistem tersebut. Tercatat ada 6 planet yang ditemukan di Gliese 581 dengan planet Gliese 581 g merupakan planet yang berada di tengah zona laik huni seperti halnya Bumi dan Gliese 581 d di batas luar zona laik huninya. Sayangnya planet Gliese 581 f masih belum dikonfirmasi dan Gliese 581 g masih menuai kontroversi keberadaannya.

Sistem Gliese 581 memang sistem pertama yang menjadi tonggak penemuan planet kebumian di zona laik huni, sekaligus sistem yang juga menuai kontroversi dengan keberadaan planet Gliese 581 g.

Tapi sepertinya jawaban dari pertanyaan tersebut sudah diperoleh lewat penelitian yang dilakukan oleh Penn State University.


Dalam rilis resminya, disebutkan bahwa untuk pertama kalinya para astronom berhasil membuktikan kalau sebagian sinyal yang diperkirakan datang dari dua planet yang mengorbit di zona laik huni si bintang induk, bukanlah sinyal dari planet itu sendiri. Ups!

Para astronom menemukan kalau dua planet di sistem Gliese 581 bukanlah planet karena sinyal yang diterima menunjukan kalau sinyal planet tersebut merupakan aktivitas yang terjadi di bintang.

Pencarian exoplanet termasuk di dalamnya planet di Gliese 581 dilakukan dengan deteksi kecepatan radial. Pendeteksian secara tak langsung tersebut dilakukan dengan melihat pergeseran pola pada spektrum cahaya. Pergeseran pada spektrum cahaya terjadi sebagai akibat gangguan gravitasi yang disebabkan oleh planet yang mengorbit sang bintang. Tapi, pergeseran Doppler dari grais serapan bintang juga bisa dihasilkan oleh peristiwa magnetik seperti bintik bintang yang terjadi pada bintang. Akibatnya muncul sinyal yang salah yang mengindikasikan keberadaan planet yang sesungguhnya tak pernah ada.

Dalam pencarian planet massa kecil, tanda-tanda dari peristiwa magnetik juga harus diperhitungkan untuk memperoleh pergeseran Doppler yang tepat dan bukan sinyal yang salah. Peninjauan kembali pada pergeseran Dopler dari pengamatan spektroskopik Gliese 581 oleh spektograf HARPS di ESO dan HIRES di Keck, hanya 3 planet di Gliese 581 yang berhasil ditemukan kembali sedangkan dua planet lainnya yakni Gliese 581 d dan Gliese 581 g justru menghilang. Dari sini disimpulkan kalau kedua sinyal pada pengamatan awal bukan berasal dari planet melainkan dari aktivitas dan rotasi bintang.

Penelitian ini sekaligus menjadi tonggak lain untuk menemukan planet dan bisa memisahkan sinyal dari planet dan aktivitas di bintang sehingga di masa depan penemuan planet bisa lebih akurat dan menghindari sinyal yang salah dikonfirmasi sebagai planet. Akankah penemuan ini justru menempatkan lebih banyak planet sebagai sinyal yang salah ataukah semakin memperkukuh penemuan-penemuan lainnya? (*/ng-id)

KOMENTAR
DISCLAIMER: Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi ATJEHCYBER. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

atjehcyber com bigbox